1. Pendekatan Neurobiologis
2. Pendekatan Psikoanalisis
3. Pendekatan Perilaku
4. Pendekatan Kognitif
5. Pendekatan Humanistis
1.
Pendekatan Neurobiologis
Pendekatan yg berusaha menghubungkan tindakan dengan kejadian
yang berlangsung didalam tubuh manusia, terutama dalam otak dan susunan syaraf .
Pendekatan ini mencoba menyederhanakan perilaku yg dapat diamati dan
kejadian-kejadian mental (seperti pikiran dan emosi) menjadi proses biologis.
2.
Pendekatan Psikoanalisis
Sigmund Freud: “Perilaku manusia ditentukan oleh insting
bawaan yang sebagian besar tidak disadari ”. Dalam pendekatan ini, kepribadian
manusia merupakan hubungan dari Id, Ego, dan Superego.
·
Id
adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan – dorongan biologis manusia –
pusat insting (hawa nafsu). Ada 2 instink dominan :
(1) libido – insting reproduktif yg menyediakan energi dasar untuk
kegiatan-kegiatan manusia yg konstruktif. Disebut juga insting kehidupan (eros)
bukan saja hanya dorongan seksual, tetapi segala hal yg mendatangkan kenikmatan,
termasuk kasih ibu.
(2) Thanatos – insting destruktif dan
agresif merupakan insting kematian. Semua
motif manusia adalah gabungan antara eros dan thanatos
Id bergerak
berdasarkan prinsip kesenangan, ingin segera memenuhi kebutuhannya Id bersifat
egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu kenyataan.
·
Ego menjembatani tuntutan id dengan realitas di dunia
luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan
tuntutan rasional dan realistic. Egolah yang menyebabkan manusia
mampu
Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya
dan hidup sebagai wujud yg rasional. Ego bergerak berdasarkan
prinsip realitas.
·
Superego adalah
polisi kepribadian, mewakili yg ideal. Superego adalah hati
nurani yg merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural
masyarakat. Superego memaksa ego untuk
menekan hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar manusia.
Baik id
maupun superego berada dalam bawah sadar manusia. Singkatnya dalam
psikoanalis, perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id komponen psikologis ego dan
komponen sosial superego.
3.
Pendekatan Perilaku (Behaviorisme)
Menganalisis perilaku manusia hanya berdasarkan perilaku yang
terlihat. Perilaku manusia adalah dari proses belajar. Manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungannya.
Dari situlah dia akan berperilaku. Behaviorisme juga disebut prikologi
Stimulus-Respon (S-R).
4.
Pendekatan Kognitif
Psikologi kognitif berpendapat: “manusia bukan hanya penerima
stimuli yg pasif”. Mental manusia mengolah informasi yg diterimanya dan
mengubahnya menjadi bentuk-bentuk baru dan memilihnya kedalam katagori-katagori
5.
Pendekatan Humanistik
Psikologi humanistik bertumpu pada tiga dasar pijakan yaitu:
1.
keunikkan manusia
2.
pentingya nilai dan makna
3.
kemampuan manusia untuk
mengembangkan diri
Manusia tidak digerakkan oleh kekkuatan luar yg tidak dapat
dikontrolnya, tetapi manusia adalah pemeran yang mampu mengontrol nasib sendiri
dan mampu mengubah dunia disekelilingnya. Dengan psikologi humanistic, manusia
bebas untuk memilih dan menentukan tindakannya sendiri.
Makadari itu, saat seseorang merasa bahwa “Saya seperti ini,
inilah saya. Karna lingkungan saya seperti itu”. Mereka tidak bisa menyalahkan
lingkungan, orang tua, atau keadaan sekalipun. Mereka harus bisa bertanggung
jawab dengan itu semua. Misalnya dengan keadaan seperti itu harus bisa
bertindak seperti apa dan bagaimana.
No comments:
Post a Comment